Bahasa Jejak Arkeologi dan Identias Kerajaan Labala

Seminar mosaik sejarah lembata:

LEWORAJA, Lembata — Sejarah dan warisan budaya Kerajaan Labala menjadi pembahasan utama dalam seminar arkeologi bertajuk “Mosaik Sejarah Lembata: Kajian Arkeologi atas Ruang, Kekuasaan, dan Identitas Kerajaan Labala” yang digelar di Desa Leworaja, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Senin, 21 September 2026.

Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian diseminasi hasil kajian yang didanai oleh Kementerian Kebudayaan dan LPDP melalui skema Dana Indonesiana Tahun 2025.

Kegiatan diikuti oleh masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, guru, pelajar, serta unsur pemerintah setempat. Kepala Desa Leworaja, Bora Muhammad, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Seminar menghadirkan dua pemateri. Muhammad Ishak Corebima, SH., Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Lembata, menyampaikan materi dari perspektif kebudayaan dan pentingnya melihat warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Sementara Hamdan Hamado, arkeolog dan peneliti kajian Mosaik Sejarah Lembata, memaparkan hasil kajian arkeologi mengenai ruang, kekuasaan, dan identitas Kerajaan Labala.

Jalannya diskusi dipandu oleh Laidin Kahar sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, kajian Mosaik Sejarah Lembata menempatkan kawasan Labala sebagai ruang yang menyimpan berbagai jejak kehidupan masyarakat masa lalu. Sejumlah tinggalan arkeologi yang ditemukan di kawasan tersebut menjadi sumber penting untuk memahami perkembangan permukiman, aktivitas sosial, hubungan antarruang, serta perubahan yang berlangsung dalam sejarah masyarakat Labala.

Berbagai tinggalan seperti lumpang batu, batu dakon, dolmen, altar, struktur batu, tembikar, dan keramik asing menjadi bagian dari data yang digunakan dalam penelitian. Tinggalan tersebut tidak hanya dipandang sebagai benda kuno, tetapi dibaca berdasarkan konteks ruang dan keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat.

Kajian juga mempertemukan data arkeologi dengan tradisi lisan dan pengetahuan masyarakat. Cerita mengenai leluhur, asal-usul tempat, ruang adat, serta ingatan kolektif masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami sejarah Labala.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sejarah suatu wilayah tidak hanya tersimpan dalam dokumen tertulis. Jejak sejarah juga dapat ditemukan pada ruang yang dihuni masyarakat, benda-benda peninggalan masa lalu, serta pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.

Pembahasan mengenai Labala dalam seminar juga diarahkan pada hubungan antara ruang, kekuasaan, dan identitas. Ruang tidak hanya dipahami sebagai lokasi tempat tinggal, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial, adat, dan sistem kekuasaan masyarakat pada masa lalu.

Melalui kajian arkeologi, berbagai tinggalan tersebut kemudian dibaca sebagai kepingan yang dapat membantu menjelaskan perjalanan sejarah Labala.

Seminar ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan hasil penelitian dengan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tinggalan budaya. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki pengetahuan lokal yang penting untuk membantu memahami konteks sejarah dan budaya Labala.

Kegiatan diseminasi juga dirangkaikan dengan pameran mini yang menampilkan sejumlah hasil dokumentasi dan tinggalan budaya yang berkaitan dengan kajian. Pameran tersebut menjadi media visual bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat warisan arkeologi yang terdapat di wilayah mereka.

Bagi penyelenggara, penyampaian hasil penelitian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari proses penelitian. Hasil kajian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi diharapkan dapat menjadi pengetahuan bersama dan mendorong perhatian terhadap pelestarian warisan budaya Lembata.

Dukungan Dana Indonesiana Tahun 2025 melalui Kementerian Kebudayaan dan LPDP menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kajian dan diseminasi tersebut. Program ini memberikan ruang bagi penelitian kebudayaan untuk mendokumentasikan, mengkaji, sekaligus memperkenalkan kembali warisan budaya kepada masyarakat.

Dari Leworaja, pembahasan mengenai Mosaik Sejarah Lembata menjadi upaya untuk menyusun kembali berbagai kepingan sejarah Labala melalui tinggalan arkeologi, ruang, tradisi, dan ingatan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerahnya dari sumber-sumber yang berada di sekitar mereka.

Seminar Mosaik Sejarah Lembata:

Bahas Jejak Arkeologi dan Identitas Kerajaan Labala

BERITA

9/26/2026

STAY CONECT WITH LEMBATA

Subscribe to receive the latest stories, research, archaeological discoveries, and cultural heritage updates from Lembata.

lembata.heritage@gmail.com
123-456-7890

Lembata_Heritage